Minggu, 21 Juni 2015

Bimbingan Teknis PPS di Wilayah PPK Kromengan dalam Pemilihan Bupati 2015

image 
Hari minggu tnggal 21juni 2015, PPK Kromengan melaksanakan bimbingan teknis bagi pps dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Malang tahun 2014. Bimtek dilaksanakan di ruang sidang kecamatan Kromengan dimulai pukul 09.00 dan berakhir 13.00 wib. Kegiatan Bimtek diawali dengan materi tahapan dan tata kerja pps dan sekretariat PPS oleh ketua PPK. Materi selanjutnya adalah sosialisasi dan pendidikan pemilih dilanjutkan Mutarlih masing masing oleh divisi sosialisasi Via Andriana dan divisi teknis Rizky Megawanto. 
  image 
Bimtek selanjutnya adalah materi SDM yang menekankan kepada keterbukaan informasi kepada masyarakat dalam setiap perekrutan penyelenggara pemilihan misalnya perekrutak KPPS. Materi bimtek dilanjutkan dengan pengelolaan keuangan. 
Materi terakhir di fokuskan untuk 2 desa mendapat berkas dukungan perseorangan yaitu Jambuwer dan Kromengan. Pada kegiatan ini sekaligus dilakukan simulasi pengisian form rekap verifikasi untuk desa. 
Pada kesempatan bimtek, disampaikan juga oleh Ketua Panwaslih Joko Susanto, tentang pentingnya kerja sama antara pelaksana pemilihan dan pengawas sebagai sesama penyelenggara pemilihan di wilayah kecamatan Kromengan. Ketua Panwaslih juga menyampaikan tentang perekrutan Pengawas lapangan di masing - masing desa yang akan segera dilaksanakan.

Senin, 15 Juni 2015

Pendidikan Pemilih ala mBan Potrojoyo

Dalam perhelatan pemilihan Bupati dan wakil bupati Malang tahun 2015, KPU Malang mengadakan lomba desain moskot untuk kegiatan tersebut. Setelah melalui tahap penialaian oleh tim juri yang diketuai oleh bapak Agus Sunyoto, ditetapkan maskot untuk pemilihan kali ini adalah karakter mBan Potrojoyo. Karakter tersebut didesain oleh Arda Sujatmiko dari Jambuwer, Kromengan.
Dalam kisah wayang topeng khas malangan, Potrojoyo adalah demang, punokawan dari Pangeran Gunung sari, tokoh yang dikenal dari Golongan Satria, bersifat rendah hati (andhap), Berpengetahuan luas. Lemah lembut, Agak feminin, suka berdandan dan berkelana. Memakai atribut pedangan. Tokoh ini disamakan dengan figur Samba, putra Batara Kresna.
Potrojoyo digambarkan sebagai tokoh lucu dan cuek tetapi kadang dalam kelucuannya sering keceplosan dan terlihat sisi sifat bijak yang dimilikinya.

Dalam kaitannya dengan kegiatan Pemilu, jika dianalogikan, dan bisa saja salah, karakter potrojoyo mewakili pemilih dan gunung sari mengambarkan seorang pemimpin yang akan dipilih. dalam kisah wayang topeng memang hubungan keduanya sangat akrap. Sebagaimana seharusnya hubungan antara pemilih dengan yang akan dipilih.
Potrojoyo juga satu – satu yang wayang topeng yang dapat berbicara, sementara wayang yang lain, bahkan para raja dan pangeran, cukup diwakili oleh sang dalang. Dalam dialognya, potrojoyo sering berinteraksi dengan penonton, para panjak bahkan berdepat dengan dalang. Seorang pembuat topeng di Malang, Aqua, mengatakan “Potro itu ga bisa di atur, bebas sak enake dewe, tapi bijaksana dan menghibur”.
Ada banyak sifat positif potrojoyo yang dapat disampaikan kepada pemilih berkaitan dengan pelaksanaan pemilihan. Misalnya, potrojoyo sebagai satu satunya yang dapat berbicara dapat dianalogikan bahwa dialah, rakyatlah pemilik secara, dia mewakili dirinya sendiri, bukan suara dalang. Semua tokoh wayang topeng tidak dapat berbicara sendiri, dia hanya patuh dan tunduk dengan apa yang dikatakan dalang, namun tidak dengan Potrojoyo.
Mbah potro juga dikenal bijak dan kritis, sering berdebat dan memberi nasehat bendoronya baik panji maupun gunung sari.
Tentu saja potrojoyo temasuk punakawan yang selalu memihak kepada tokoh tokoh yang baik, artinya menjadi pemilih harus selektif tidak sekedar memilih, selalu berusaha memihak kepada kebaikan.



continue...................

Bahan :